Kamis, 01 Mei 2008

JOMBLO ITU NIKMAT

jomblo itu Nikmat

Ngejomblo Itu Nikmat....!!!!!

Hehehe, jodolnya provokatif ya?!
Bukannya mo "melawan" Jomblo itu pedih cuma yah buat perenungan diri aja di usia seperti ini. Habisnya begitu banyak "kompor" di sekitar yang bikin panas dan seolah-olah nyuruh segera mencari;cari pasangan. Untung tuh kompor nggak pada meledak.Banyak orang yang katanya menyesal setelah menikah. Iya nyesel, kenapa nggak dari dulu. Hehehe Jd Meski begitu, jomblo bukan berarti penderitaan. Buktinya banyak yang bangga dan bahagia dengan ke-jomblo-annya. Muncullah istilah Jojoba (Jomblo-jomblo Bahagia), Ijo Lumut (Ikatan Jomblo Imut), Kejora (Kelompok Jomblo Ceria), dan Joker's (Jomblo Keren nan sukses). Yang nggak kalah keren ada istilah High Quality Jomblo.

Jomblo emang lagi naik daun (nggak tahu sebesar apa daunnya, sampe nggak jatoh). Sebagai seorang bolamania, Jomblo itu ibarat pemain yang bertipe oportunis, single fighter, tidak bergantung pada pemain lain, selalu punya kelebihan dalam melihat dan memanfaatkan sekecil apapun di pertahanan lawan untuk hasil terbaik. kemandiriannya membuat si Jomblo selalu fokus pada tujuan permainan, dan tidak terpengaruh hal lain. Dia adalah motivator dan inspirator dari sebuah tim/komunitas. Bebas bergerak menjelajah lapangan tanpa terikat pada posisi. Mampu meng- optimalkan stamina, teknik, dan daya tahan dalam menghadapi permainan lawan. Memiliki visi permainan yang cerdas untuk mencapai kemenangan. Dia mampu melihat sanctuary yang tidak bisa dilihat oleh pemain lain. Dia dikenal dengan istilah FANTASISTA! yang begini mungkin yang pantas disebut High Quality Jomblo).Ngejomblo atau tidak sebetul- sebetulnya sih buat Saya nggak begitu penting. penting.Karena yang penting tuh bagaimana kita bersikap dan berbuat dengan status kita itu.
Kalau kita menyikapinya dengan penuh rasa syukur, positif, kreatif,produktif dan aktif (termasuk aktif nyari#;pasangan hehehe).Insya Allah kita akan bisa menikmatinya. Enjoy aja kalo kata iklan mah!Percaya deh dengan begitu jomblo jadi hal yang nggak menakutkan lagi buat kita. Kita kan bisa lebih melihat lebih jauh ke depan dan lebih banyak sisi-sisi positif Jomblo.Kalau orang bijak bilang, lihat ke-Jomblo-an sebagai peluang, bukan sebagai hambatan (hehehe, emang bisnis?!). Buang keluh kesah, terima ia sebagai sebuah nikmat lalu bersyukurlah, dan jangan pernah berhenti berharap. Sampai nanti tiba di batas waktu. Karena bicara soal cinta itu biacara sebuah hal yang indah dan rumit serta kompleks. Cinta itu sebagian orang bilang berwajah ganda. Di satu sisi menyimpan kebahagiaan tapi di sisi lainnya menyembunyikan penderitaan. Madu dan racun bersatu padu dalam cinta.Cinta memang bukan virus (hehe, pinjam judul bukunya Mbak Jazhiem).Tapi salah seorang sahabat terbaik saya bilang bahwa orang jatuh cinta itu ibarat bermain judi, gambling. Filosofis banget ya. Menurutnya, ketika kita mencintai seseorang kita siap untuk bertaruh seberapa besar yang kita berikan kepada orang yang kita cintai itu. Jika kita memberikan segalanya, maka kita pun harus siap untuk kehilangan segalanya jika ternyata kita gagal. Dan jika kita hanya berikan bagian demi bagian maka jika gagal kita tidak akan kehilangan segalanya. Dan itu adalah pengalaman hidupnya saat ia memutuskan untuk jatuh cinta, memberikan segalanya dan akhirnya gagal. Eh koq jadi jauh banget nyasarnya.Balik lagi ke masalah per-jomblo-an. Jangan sampai status ke-jomblo-an kita bikin kita jadi jadi "mutung", apalagi ketika melihat adik-adik kelas atau adik tingkat dan sejenisnya yang usianya dibawah kita udah nggak jomblo lagi.Hingga ujung-ujungnya kita "banting harga", ngobral. Sampe ada istilah 3siapa dalam mencari jodoh. Usia under 25, "Siapa elo?". Usia 25-30
tahun, "Siapa gue ya?". Hingga akhirnya, "Siapa aja deh!" ketika usia dah masuk kepala tiga. Buanglah gelisah, hapuslah resah dan jangan gundah dengan ke-jomblo-an kita. Lihat ia sebagai bagian dari rencana Allah untuk hidup kita. Percaya deh kita bisa tetap happy menikmati hari-hari sepi sendiri. Kita percayakan bahwa jodoh memang ada di tangan Allah. Meski sebetulnya pepatah itu juga bermakna bahwa : walaupun kita sudah berusaha sangat keras sekali nguber, ngejar, sampai ngelamar tapi kalau bukan jodoh ya nggak akan jadi. Tapi sebaliknya, kalau kita nggak mau berusaha, nggak mau membuka diri, atau istilah sepakbolanya menunggu di daerah pertahanan, ya nggak bakal dapat juga. "Jodoh kita akan terus ada di tangan Allah" kalau kita nggak usaha.Khan nggak mungkin tahu-tahu ada seseorang yang sesuai kita inginkan datang dan mengatakan, "Nikah, yuk!".Begitulah hidup, nggak semuanya bisa dijelaskan dengan logika. Otak kita memiliki batas kemampuan untuk mengungkap semua keajaiban alam semesta yang maha sempurna ini. Ada banyak hal dalam hidup ini yang hanya bisa kita terima tanpa reserve. Itu adalah rahasia Ilahi Yang Maha Mengetahui dan Maha Kuasa. Kalau suatu keadaan itu memang tidak dapat kita ubah,misalnya kasus Jomblo ini, ya kita terima saja. Itu berarti jalan terbaik menurutNYA buat kita meski menurut kita belum tentu. Tapi DIA Maha Mengetahui yang terbaik buat hambaNYA. Toh gerundelan,uring-uringan, marah-marah, bahkan pake acara ngambek segala nggak ada gunanya. Mengalir sajalah, lakukan yang terbaik, semampu kita dengan seoptimal mungkin. Soal hasil akhir, itu kita serahkan pada Yang Maha Mengetahui.Yang penting kita udah do the best. Melawan "arus" cuma bikin capek sendiri dan menimbulkan "riak-riak" baru dalam hidup kita. Bukan berarti pasrah dan diam tapi seperti burung yang terbang mengikuti arah angin,tapi tetap mengepakkan sayapnya. Mengalirlah dengan aktif. Jangan buang-buang energi dengan hal yang merugikan diri dan orang lain apalagi masa depan kita. Just go with the flow!Dunia jomblo nggak melulu kusam dan muram. Tergantung kita yang menjalaninya, mau kita beri "warna" apa. Dan semua itu berawal dari hati dan pikiran kita. Hati yang bersih penuh syukur dan pikiran cerdas yang jernih akan membuat kita produktif dalam "mewarnai" dunia jomblo kita.Coba kita salurkan ke hal-hal positif seperti produktif berwira usaha atau melakukan hal-hal lain yang bermanfaat bagi orang banyak. Mumpung masih lonely, kita masih punya konsentrasi yang banyak, waktu luang yang cukup dan sumber daya yang bisa kita optimalkan. Bukan berarti pas dah nggak jomblo nggak bisa produktif, tapi jelas kita akan membagi perhatian, tenaga dan waktu kita buat keluarga Nggak percaya?! Buktikan aja sendiri. Jomblo, berarti kita punya waktu untuk bisa lebih jauh mempersiapkan diri menghadapi kehidupan ke depan termasuk kehidupan berumah tangga. Karena menikah tuh nggak cumin sekadar memadu cinta, lho! Seribu hal baik menyenangkan maupun tidak, baik mudah maupun sulit menanti ketika kita memutuskan untuk menikah.Dan masa Jomblo bisa kita pergunakan untuk lebih mempersiapkan diri menghadapi pernikahan dan kehidupan rumah tangga. Mempersiapkan ilmu,mental, jasmani, rohani hingga ekonomi. Termasuk rencana dan planning serta anggaran kehidupan. So, jangan kecil hati kalau memang mesti ngejomblo. Apalagi sampai patah arang, patah hati sampe pengen matahin leher segala. Jangan, bro! Cupet alias kerdil itu namanya. Dunia jomblo pun tak kalah indahnya koq. Asal kita nggak melihat dan menyikapinya negatif. Karena jomblo nggak berarti sendiri, toh yang jomblo banyak jadi kita nggak sendirian khan? So,"ngejomblo? Siapa takut!!"

2 komentar:

Anonim mengatakan...

gue suka gaya loe...

sep makasih...

cerah hati ane...

Nastainna Yuliana mengatakan...

Kocakk Abiss :)
But, I like it (Y)